Thursday, September 03, 2015

Vektor

  No comments
       Dalam fisika dikenal ada 2 macam besaran fisika yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Dalam fisika besaran juga dibedakan menjadi dua yaitu Besaran vektor dan besaran skalar. Besaran seperti suhu, massa, panjang, kelajuan dan waktu merupakan besaran skalar, sedangkan besaran kecepatan, percepatan, grafitasi dan perpindahan merupakan besaran vektor.
Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai atau besar saja. Sedangkan besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah.
Untuk menuliskan besaran vektor dapat digunakan aturan tertentu

PENGGAMBARAN DAN PENULISAN VEKTOR
Vektor dapat dikenal melalui gambar dan cara penulisannya. Vektor digambarkan dengandengan anak panah seperti gambar di bawah ini :
VEKTOR01
Anak panah terdiri pangkal ( A ) dan ujung ( B ). Besarnya vektor F dinyatakan oleh panjang anak panah yaitu  30 cm, Sedangkan arah vektor adalah dari A ke B, yaitu Q derajat.
Lambang vektor ditunjukkan oleh satu huruf yang dicetak tebal misalnya F , jika kita menuliskan dengan tangan , vektor dinyatakan dengan satu huruf besar yang dilengkapi anak panah dalam tanda mutlak yaitu | F | .
Untuk panjang vektor digunakan huruf tanpa anak panah dan tidak dicetak tebal misalnya F atau dengan atau huruf dengan anak panah dalam tanda mutlak .
Vektor  A dan B adalah dua vektor yang sama – sama mempunyai kordinat titik dan panjang yang sama, tetapi berbeda karena memiliki arah yang berbeda.
VEKTOR02
Vektor A dan vektor B adalah dua vektor yang sama – sama mempunyai koordinat titik dan panjang yang sama, tetapi berbeda karena memiliki arah yang berbeda.
Sekarang perhatikan vektor – vektor A, B, C, D, E, F, G, H DAN I pada gambar di bawah. setiap titik asal dan titik ujujng vektor – vektor tersebut mempunyai koordinat yang berbeda tetapi panjang dan arahnya sama. Vektor – vektor semacam ini disebut vektor – vektor yang ekivalen.
VEKTOR03
Jadi, berdasarkan definisi vektor ekivalen Anda dapat menampilkan suatu vektor dalam bentuk vektor lain dengan cara menggeser posisi vektor lain tanpa mengubah besar dan arahnya. Misalkan jika kita menggeser pangkal vektor A tanpa mengubah besar dan arahnya maka akan diperoleh vektor – vektor B, C, D, E, F, G, H dan I
Untuk menentukan panjang suatu vektor kita dapat menggambarkan vektor tersebut dalam koordinat kartesius seperti gambar di bawah. Misal titik R merupakan titik ujung vektor E, dengan koordinat (a,b), sedadngkan titik awal vektor adalah (0,0). Nilai a dan b disebut sebagai komponen vektor E. Jika panjang vektor E, kita nyatakan dengan E, panjang vektor E, dapat ditentukan dengan teorema phytagoras
vektor04
Panjang vektor ditulis dalam harga mutlak karena merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positip meskipun vektor mengarah pada sumbu -x dan sumbu -y negatip.

RESULTAN VEKTOR
Sebuah besaran vector memiliki kesamaan dengan besaran scalar yaitu dapat dijumlahkan, dikurangkan atau dikalikan .
Perhatikan gambar di bawah ini :
vektor01
Misal seorang siswa dari titik O bergerak 4 meter ke timir menuju titik Q, selanjutnya bergerak ke utara 3 meter menuju titik P. Jika perpindahan pertama kita lambangkan dengan vector A dan perpindahan ke dua dengan vector B, maka perpindahan total dilambangkan dengan vector C, yaitu vector yang berpangkal pada titik O, dan berujung di titik P. Vektor C dinamakan vector resultan atau vector penjumlahan dari dua vector yaitu vector A dan vector B atau dapat ditulis :
C = A + B
Pada gambar di atas, panang vector A = 4 m dan panjang vector B = 3 m.  Apakah panjang vector C = 4m + 3m ?. Ternyata tidak!. Vektor C merupakan sisi miring dari segitiga siku – siku OPQ, yang sesuai dengan dalil pithagoras yaitu panjang C :
vektor02
KOMPONEN SUBUAH VEKTOR
Bagaimana sebua vector dibentuk oleh dua vector lain yang saling tegak lurus ?. Vektor – vector yang saling tegak lurus merupakan vector – vector yang dijumlahkan disebut komponen vector.
vektor03
Perhatikan gambar di atas, Vektor V merupakan penjumlahan dari vector Vx dan Vy dikatakan bahwa vector Vx dan vector Vy merupakan komponen tegak lurus dari vector V, karena sudut yang dibentuk oleh vector V dengan sumbu Vx sama dengan Vy maka besarnya Vx an Vy dapat dihitung dengan rumus :
Vx = V cos Ɵ
Vy = V sin Ɵ


Sumber :
https://iksan35.wordpress.com/fisika-kelas-x/vektor/

No comments :

Post a Comment